Minggu, 13 September 2015

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENERIMA BANTUAN PINJAMAN SAMISAKE DENGAN METODE ELECTRE (Studi Kasus: LKM Kelurahan Lingkar Timur Kota Bengkulu)



Program SAMISAKE atau Satu Milyar Satu
Kelurahan merupakan salah satu program unggulan
Pemerintah Kota Bengkulu yang dibuat dalam
mengatasi masalah ekonomi tersebut. SAMISAKE
merupakan derivasi dari konsep Pengembangan
Ekonomi Lokal (PEL) yaitu terjalinnya kerja sama
kolektif antara pemerintah, dunia usaha, serta sektor
non-pemerintah dan masyarakat untuk
memanfaatkan secara optimal sumber daya yang
dimiliki dalam upaya menciptakan perekonomian
lokal yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan serta
mampu menghasilkan kesempatan kerja atau usaha
bagi 50.000 tenaga kerja [1].
Program SAMISAKE yang berupa dana kredit
bergulir ini dibuat dalam rangka meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat miskin dengan
mengucurkan kredit modal untuk pengembangan
usaha. Yang menjadi sasaran program ini adalah
program usaha kecil dan menengah (UKM). Total
seluruh anggaran SAMISAKE diplot sebesar Rp 67
miliar sesuai jumlah kelurahan yang ada di Kota
Bengkulu yang akan disalurkan dalam beberapa
tahap [1].
Secara teknis, penyaluran dana SAMISAKE
dikelola oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota
Bengkulu yang bekerja sama dengan Lembaga
Keuangan Mikro (LKM) yang terdapat pada setiap
kelurahan. Salah satu tugas LKM adalah untuk
melakukan seleksi verifikasi kelayakan usaha calon
penerima dana. Setiap warga yang ingin
mengajukan pinjaman dana wajib melengkapi
persyaratan-persyaratan yang ada seperti kartu
keluarga, kartu tanda penduduk, NPWP dll.
Selama ini tim LKM Kelutahan Lingkar Timur
melakukan proses seleksi secara manual. Hal ini
tentunya dapat menimbulkan permasalahan dalam
proses verifikasi kelayakan yang disebabkan oleh
kesalahan pada saat proses pendataan dan adanya
unsur subyektifitas dalam penentuan penerima
dana. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya
ketidakakuratan dalam penyaluran dana
SAMISAKE. Proses seleksi yang tidak efektif juga
akan menimbulkan besarnya resiko kredit macet.
Untuk mengatasi persoalan tersebut dibangun
suatu sistem pendukung pengambilan keputusan
untuk penyeleksian penerima bantuan dana
pinjaman SAMISAKE pada masyarakat di
Kelurahan Lingkar Timur sebagai objek penelitian.
Kelurahan Lingkar Timur yang merupakan bagian
dari Kecamatan Singaran Pati ini mempunyai 1868
kepala keluarga yang tersebar dalam 27 RT dan 8
RW. Mata pencaharian penduduk kelurahan
Lingkar Timur adalah wiraswasta (28 %), PNS (19
%), Pedagang (17 %), Petani (3 %), TNI/POLRI
(3%), dan lain-lain (30 %). [2]
Pada penelitian ini, penulis akan menganalisa
kelayakan usaha dengan menggunakan indikator
variabel 5C dan beberapa data pribadi pemohon.
Indikator 5C adalah salah satu teknik menganalisa
kelayakan penerima kredit yang banyak digunakan
oleh bank atau pemberi kredit lainnya dengan
mempertimbangkan beberapa hal yang terkait
dengan itikad baik (willingness to pay) dan
Jurnal Rekursif, Vol. 3 No. 1 Maret 2015, ISSN 2303-0755
3 ejournal.unib.ac.id
kemampuan membayar (ability to pay) nasabah
untuk melunasi kembali pinjaman beserta
bunganya. Hal-hal tersebut terdiri dari Character
(kepribadian), Capacity (kapasitas), Capital
(modal), Colateral (jaminan), dan Condition of
Economy (keadaan perekonomian). [3] Hal ini
diharapkan akan meminimalisir dari terjadinya
resiko kredit macet.
Sistem ini dibuat dengan mengggunakan metode
Elimination and Choice Expressing Reality
(ELECTRE). Metode ELECTRE dipilih karena
memiliki performa yang baik untuk menganalisis
kebijakan yang melibatkan kriteria kualitatif dan
kuantitatif. Metode ini menggunakan perbandingan
berpasangan dari alternatif-alternatif berdasarkan
setiap kriteria yang sesuai [3]. Sistem pendukung
keputusan dengan menggunakan metode ELECTRE
diharapkan menghasilkan hasil yang baik dan cocok
untuk pemberian bantuan pinjaman SAMISAKE
dengan sistem outrangking sehingga calon
penerima bantuan yang layak bisa diurutkan
berdasarkan nilai paling baik. Sistem pendukung
keputusan ini bukan sebagai pembuat keputusan,
tetapi sebagai alat bantu untuk proses pengambilan
keputusan. 

Berdasarkan analisis, hasil dan pembahasan
mengenai aplikasi pendukung keputusan penerima
dana SAMISAKE di Kelurahan Lingkar Timur
yang telah dibangun, dapat disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang
telah dilakukan, Aplikasi Sistem yang telah
diimplementasikan dapat membantu dalam
proses pengambilan keputusan bantuan
pinjaman SAMISAKE di LKM Kelurahan
Lingkar Timur dengan memberikan
rekomendasi alternatif yang akan dipilih dalam
bentuk perangkingan yang sesuai dengan
menggunakan metode ELECTRE.
2. Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penerima
Dana SAMISAKE dibangun dengan
menganalisis 12 kriteria-kriteria pemohon
dengan mengacu pada indikator analisis 5C yang
berdasarkan itikad baik dan kemampuan
membayar angsuran peminjam dana. Namun
analisis 5C mempunyai kelemahan karena masih
menggunakan variabel kualitatif yang
memerlukan obyektifitas dan profesionalisme
petugas penyeleksi dalam melaksanakan
tugasnya.
3. Berdasarkan hasil pengujian kelayakan oleh 20
responden, Variabel tampilan mendapat
penilaian sangat baik (31 %), baik (42 %) dan
cukup baik (27 %), Variabel Kemudahan
Pengguna mendapat penilaian sangat baik (7.5
%), baik (55 %) dan cukup baik (37.5 %).
Sedangkan pada Variabel Kinerja Sistem
mendapat penilaian sangat baik (23.75%), baik
(61.25 %), dan cukup baik (15 %)