Program SAMISAKE
atau Satu Milyar Satu
Kelurahan
merupakan salah satu program unggulan
Pemerintah Kota
Bengkulu yang dibuat dalam
mengatasi masalah
ekonomi tersebut. SAMISAKE
merupakan derivasi
dari konsep Pengembangan
Ekonomi Lokal
(PEL) yaitu terjalinnya kerja sama
kolektif antara
pemerintah, dunia usaha, serta sektor
non-pemerintah dan
masyarakat untuk
memanfaatkan
secara optimal sumber daya yang
dimiliki dalam
upaya menciptakan perekonomian
lokal yang kuat,
mandiri, dan berkelanjutan serta
mampu menghasilkan
kesempatan kerja atau usaha
bagi 50.000 tenaga
kerja [1].
Program SAMISAKE
yang berupa dana kredit
bergulir ini
dibuat dalam rangka meningkatkan
kualitas kehidupan
masyarakat miskin dengan
mengucurkan kredit
modal untuk pengembangan
usaha. Yang
menjadi sasaran program ini adalah
program usaha
kecil dan menengah (UKM). Total
seluruh anggaran
SAMISAKE diplot sebesar Rp 67
miliar sesuai
jumlah kelurahan yang ada di Kota
Bengkulu yang akan
disalurkan dalam beberapa
tahap [1].
Secara teknis,
penyaluran dana SAMISAKE
dikelola oleh
Dinas Koperasi dan UKM Kota
Bengkulu yang
bekerja sama dengan Lembaga
Keuangan Mikro
(LKM) yang terdapat pada setiap
kelurahan. Salah
satu tugas LKM adalah untuk
melakukan seleksi
verifikasi kelayakan usaha calon
penerima dana.
Setiap warga yang ingin
mengajukan
pinjaman dana wajib melengkapi
persyaratan-persyaratan
yang ada seperti kartu
keluarga, kartu
tanda penduduk, NPWP dll.
Selama ini tim LKM
Kelutahan Lingkar Timur
melakukan proses seleksi
secara manual. Hal ini
tentunya dapat
menimbulkan permasalahan dalam
proses verifikasi
kelayakan yang disebabkan oleh
kesalahan pada
saat proses pendataan dan adanya
unsur
subyektifitas dalam penentuan penerima
dana. Hal ini akan
mengakibatkan terjadinya
ketidakakuratan
dalam penyaluran dana
SAMISAKE. Proses
seleksi yang tidak efektif juga
akan menimbulkan
besarnya resiko kredit macet.
Untuk mengatasi
persoalan tersebut dibangun
suatu sistem
pendukung pengambilan keputusan
untuk penyeleksian
penerima bantuan dana
pinjaman SAMISAKE
pada masyarakat di
Kelurahan Lingkar
Timur sebagai objek penelitian.
Kelurahan Lingkar
Timur yang merupakan bagian
dari Kecamatan
Singaran Pati ini mempunyai 1868
kepala keluarga
yang tersebar dalam 27 RT dan 8
RW. Mata pencaharian
penduduk kelurahan
Lingkar Timur
adalah wiraswasta (28 %), PNS (19
%), Pedagang (17
%), Petani (3 %), TNI/POLRI
(3%), dan
lain-lain (30 %). [2]
Pada penelitian
ini, penulis akan menganalisa
kelayakan usaha
dengan menggunakan indikator
variabel 5C dan
beberapa data pribadi pemohon.
Indikator 5C
adalah salah satu teknik menganalisa
kelayakan penerima
kredit yang banyak digunakan
oleh bank atau
pemberi kredit lainnya dengan
mempertimbangkan
beberapa hal yang terkait
dengan itikad baik
(willingness to pay) dan
Jurnal Rekursif,
Vol. 3 No. 1 Maret 2015, ISSN 2303-0755
3
ejournal.unib.ac.id
kemampuan membayar
(ability to pay) nasabah
untuk melunasi
kembali pinjaman beserta
bunganya. Hal-hal
tersebut terdiri dari Character
(kepribadian), Capacity
(kapasitas), Capital
(modal), Colateral
(jaminan), dan Condition of
Economy (keadaan
perekonomian). [3] Hal ini
diharapkan akan
meminimalisir dari terjadinya
resiko kredit
macet.
Sistem ini dibuat
dengan mengggunakan metode
Elimination and
Choice Expressing Reality
(ELECTRE). Metode ELECTRE
dipilih karena
memiliki performa
yang baik untuk menganalisis
kebijakan yang
melibatkan kriteria kualitatif dan
kuantitatif.
Metode ini menggunakan perbandingan
berpasangan dari
alternatif-alternatif berdasarkan
setiap kriteria
yang sesuai [3]. Sistem pendukung
keputusan dengan
menggunakan metode ELECTRE
diharapkan
menghasilkan hasil yang baik dan cocok
untuk pemberian
bantuan pinjaman SAMISAKE
dengan sistem outrangking
sehingga calon
penerima bantuan yang
layak bisa diurutkan
berdasarkan nilai
paling baik. Sistem pendukung
keputusan ini
bukan sebagai pembuat keputusan,
tetapi sebagai
alat bantu untuk proses pengambilan
keputusan.
Berdasarkan analisis, hasil dan pembahasan
mengenai aplikasi pendukung keputusan penerima
dana SAMISAKE di Kelurahan Lingkar Timur
yang telah dibangun, dapat disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang
telah dilakukan, Aplikasi Sistem yang telah
diimplementasikan dapat membantu dalam
proses pengambilan keputusan bantuan
pinjaman SAMISAKE di LKM Kelurahan
Lingkar Timur dengan memberikan
rekomendasi alternatif yang akan dipilih dalam
bentuk perangkingan yang sesuai dengan
menggunakan metode ELECTRE.
2. Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penerima
Dana SAMISAKE dibangun dengan
menganalisis 12 kriteria-kriteria pemohon
dengan mengacu pada indikator analisis 5C yang
berdasarkan itikad baik dan kemampuan
membayar angsuran peminjam dana. Namun
analisis 5C mempunyai kelemahan karena masih
menggunakan variabel kualitatif yang
memerlukan obyektifitas dan profesionalisme
petugas penyeleksi dalam melaksanakan
tugasnya.
3. Berdasarkan hasil pengujian kelayakan oleh 20
responden, Variabel tampilan mendapat
penilaian sangat baik (31 %), baik (42 %) dan
cukup baik (27 %), Variabel Kemudahan
Pengguna mendapat penilaian sangat baik (7.5
%), baik (55 %) dan cukup baik (37.5 %).
Sedangkan pada Variabel Kinerja Sistem
mendapat penilaian sangat baik (23.75%), baik
(61.25 %), dan cukup baik (15 %)
mengenai aplikasi pendukung keputusan penerima
dana SAMISAKE di Kelurahan Lingkar Timur
yang telah dibangun, dapat disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian yang
telah dilakukan, Aplikasi Sistem yang telah
diimplementasikan dapat membantu dalam
proses pengambilan keputusan bantuan
pinjaman SAMISAKE di LKM Kelurahan
Lingkar Timur dengan memberikan
rekomendasi alternatif yang akan dipilih dalam
bentuk perangkingan yang sesuai dengan
menggunakan metode ELECTRE.
2. Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penerima
Dana SAMISAKE dibangun dengan
menganalisis 12 kriteria-kriteria pemohon
dengan mengacu pada indikator analisis 5C yang
berdasarkan itikad baik dan kemampuan
membayar angsuran peminjam dana. Namun
analisis 5C mempunyai kelemahan karena masih
menggunakan variabel kualitatif yang
memerlukan obyektifitas dan profesionalisme
petugas penyeleksi dalam melaksanakan
tugasnya.
3. Berdasarkan hasil pengujian kelayakan oleh 20
responden, Variabel tampilan mendapat
penilaian sangat baik (31 %), baik (42 %) dan
cukup baik (27 %), Variabel Kemudahan
Pengguna mendapat penilaian sangat baik (7.5
%), baik (55 %) dan cukup baik (37.5 %).
Sedangkan pada Variabel Kinerja Sistem
mendapat penilaian sangat baik (23.75%), baik
(61.25 %), dan cukup baik (15 %)